nuffnang

Thursday, November 8, 2012

Ya, Rintik-rintik Hanya Singgah

Assalamualaikum. 

Sudah lama aku memiliki buku ini sebenarnya. Cuma bila aku menghadamnya dari bab ke bab detik ini - saat musim hujan, saat aku benar-benar kebasahan, seolah-olah aku melihat jiwa aku dalam jasad Rifqi Sabran, penggerak utamanya yang memaknakan hidup sebenar di jalan Tuhan. 

RRHS - Bahasamu sarat makna falsafah, berbunga hikmah, menemani kalbuku nan gundah
...... 

"Dari jauh saya berkunjung datang, keseorangan dalam permusafiran di kota yang serba mencabar. Saya berjalan, kadang terduduk, sesekali terjatuh, berkali-kali terluka, amat bersusah payah untuk bangun. Lalu berjalan lagi. Begitulah putaran kehidupan bergelar pelajar.

Bersyukur, saat jiwa dan akal hilang pertimbangan, saya ditemukan dengan Rintik-rintik Hanya Singgah (RRHS) - ilham hati saudara Jamal Ali. Saya menelusurinya bab demi bab, betapa tanpa sedar saya menjadi 'Rifqi Sabran' (edisi perempuan) dalam kembara kembali mencari erti kehidupan setelah hilang pedoman kerana dugaan kehidupan.

Saya pernah gagal, bukan sekadar dalam pembelajaran malah lebih dari itu. Bila sekuntum bunga desa terpaksa tumbuh di tengah-tengah taman yang amat kontang tanahnya, bagaimanakan bunga sekuntum itu ingin terus berkembang? Ya, saya - analoginya seperti itulah.

Dan novel RRHS... menemukan saya banyak perkara, membawa saya ke dalam ruang yang tidak bersempadan. Dalam bab 33 - katamu, "nestapa itu ibarat hujan yang turun sekejap di waktu pagi..." Saya pencinta hujan. Betapa hujan adalah simbolik kehidupan yang cukup dekat, malah ada rahsia tersirat di sebalik rintik-rintik yang mencurah.

Setiap kali diri saya dibentangkan ujian demi ujian, ya, ia mendekatkan kepada-Nya. Melalui ruang yang amat sulit inilah, saya bermuhasabah dan menilai kembali kedudukan diri yang amat-amat kerdil di hadapan-Nya.

Seperti Rifqi yang pernah terjatuh, malah selalu, saya juga mahu terus berjalan. Berjalan mencari jalan pulang untuk menemui tujuh perkara - jawapan di atas segala persoalan yang membawa menuju Yang Satu..."

Jangan bimbang pada hujan sepertimana dikau tidak bimbang pada cerah mentari - hlm222.

Ini kisah lupa dan ingatan. Tentang pilihan dan ketentuan. Untuk kalian, bacalah buku ini yang melimpahkan kisah nan menginsafkan, perjalanan manusia sang musafir pulang mencari pedoman. :)

Nur Suhada. 

5 comments:

MRS Rongoks said...

cm best je buku nie.

Tetamu Istimewa said...

Saya pernah membacanya. Namun tidak sempat untuk dihabisi. Insyaallah, akan menyambungnya semula nanti.

Nur Suhada ✿ said...

MRS Rongoks:

Beli dan bacalah ya!

Nur Suhada ✿ said...

Tetamu Istimewa:

Jamal Ali - penulis muda yang berbakat. Sue kagum sekali pada gaya lenggok bahasanya. Santun, gemalai dan puitis! :)

Jamal Ali said...

Saya cukup terharu dengan sokongan saudari. Sungguh, jika tidak kerana saudari siapalah saya ini.

Rifqi Sabran juga adalah kisah saya. Saya menulisnya agar suatu kebaikan yang saya rasai dapat dikongsikan dengan orang lain.

Alhamdulillah, harapan saya dimakbulkan oleh Tuhan.