nuffnang

Wednesday, October 9, 2013

Sepetang di Kafe Biblioholic

Dalam catatan kecil di halaman kosong novelnya, Kak Ainunl Muaiyanah menuliskan sesuatu yang manis, seperti teh Earl Grey yang dikirimkan padaku:

“Banyak hal-hal yang besar itu bermula daripada hal-hal yang kecil dan sederhana. Oleh itu, menulislah meski hanya hal yang kecil.”

Aku suka dengan kata-kata itu. Sama seperti maksudnya, kata-kata itu adalah kecil tapi menimbulkan makna yang besar. Seperti kita menulis kisah kecil sang semut atau sang lebah, hikmah yang ditonjolkan itu yang lebih besar. Cerita kecil yang dipersembahkan dengan rasa sederhana, dicantikkan dengan dalam maknanya, itulah kisah indah sesungguhnya. 

Dan aku temui dalam novel yang mempunyai cover yang amat memikat ini. Perkara pertama yang buat aku jatuh cinta pada novel ini adalah dengan melihat cover hadapan bukunya. 

Membaca kisah demi kisah dalam novel ini menemukan aku dengan sisi hidup dan kecintaan penulisnya sendiri. Pada kafe yang klasik, pada kopi dan teh yang manis, pada buku dan sastera yang indah, pada sahabat dan senyuman, pada rindu dan nostalgia dan pada hujan yang menemukan cinta. 


Ada beberapa potong ayat yang aku highlightkan:

Tentang sastera;
“Salah tanggapan kalau hanya orang sastera saja harus ambil tahu dunia sastera atau memperjuangkannya. Sastera adalah kehidupan kita. Kita berjalan, kita makan atau apa yang dilakukan adalah sastera. Dan salah juga apabila kita fikir itu bidang mereka, jadi biar mereka jaga. Kalau ini bidang kita, kita jaga. Sebab itu nasib sastera dan seni di Malaysia sangat menyedihkan. Sastera telah dilihat eksklusif sampai keramat untuk disentuh. Akhirnya mati dalam nisan yang tak bernama." 

Tentang cinta;
“Kopi dan gula itu seperti cinta dalam hati. Bagaimana kau dapat pisahkan cinta dalam hati?” 

Apabila sedang menikmati teh atau kopi dan sepotong kek di kafe kala senja, duduk di tepi jendela, lalu hujan turun – sambil membaca novel ini, wah, sangatlah nostalgik.  

Yang indah tentang karya adalah apabila ia ditulis dari hati penulisnya, ia akan turut dirasai oleh hati pembacanya. 

Kak Yana, selamat atas kelahiran karya yang indah. Nak rasa espreso dan macaroon sambil baca buku di Kafe Biblioholic! ^^

Antara teh dan kopi, sungguh pilihanku ialah teh, kerana ia mendamaikan. :-) 

4 comments:

Jamal Ali said...

Saya sudah miliki SDKB, ianya membuka perspektif baru dan nyata - SDKB memukau untuk dibaca waktu hujan dan petang!

Nur Suhada ✿ said...

@Jamal Ali:

Iya. Apabila karya yang ditulis itu dekat di hati penulisnya, akan turut dekat di hati pembacanya juga. Seperti karya RRHS, karya kamu :-)

Muzammil Rahim said...

Sangat suka dengan novel kak Yana yang ini, dan saya pencinta kopi. ;)

Nur Suhada ✿ said...

@Muzammil Rahim:

Pencinta kopi? Wah, anda tentu seperti En. Umair. :D