nuffnang

Wednesday, March 12, 2014

Aku, Kutubkhanah dan Kenangan

i
DIA membawaku ke sini
setelah lama impian terjaring di hati
universiti harapan untuk kubelajar 
sastera kehidupan. 

Aku berjalan dari rak ke rak buku
dari lorong ke lorong ilmu 
puisi T. Alias Taib menyentakku;
sekali-sekali kurasa begitu leper
memasuki ruang berisi ini
sekali-sekala begitu berisi rasaku
keluar dari ruang sepi ini
ruang sepi kutubkhanah Tun Seri Lanang. 

Sekali lagi aku berjalan dari rak ke rak
semakin jauh aku melangkah
semakin diriku kerdil dan mengecil
semakin aku menjadi setitik 
antara tumpahan ilmu dan lambakan buku
ATMA, kau menggodaku
dengan keluhuran budi dan ilmu. 

Ia menjadi milikku –
buku Memoir Zurinah Hassan
dan Persuratan Melayu –
memenuhi perpustakaanku. 

Langit sepi tanpa bintang
aku meluahkan kekecewaan
pada bintang yang selalu bersembunyi
yang tidak sesetia bulan
kata teman, bintang tidak tegar lagi
memandang kerencaman di ranah bumi
aku termangu
di manakah kejoraku?

Menonton teater Hishamuddin Rais di Kajang
tentang ISA dan kisah-kisah politiknya
tiada berkesudahan
sehingga kami kelaparan
sate Willy menjadi santapan.

ii
Inilah damai yang kutemui
antara keunggulan senibina Islam
antara ketenangan landskap Islamik
antara kedinginan busana dan kerudung labuh
aku mencari-cari diriku di celah-celah waktu
di taman wahyu ilmu
nur terbias di kalbu. 

Persahabatan yang mengharum
senyuman kalian manis meranum
di taman kehidupan kita;
sastera mekar menguntum. 

Nur Suhada
UKM, Bangi – UIAM, Gombak
7-8 Mac 2014. 


2 comments:

Farah Waheda Wahid said...

this is a great piece dear...

Nur Suhada ✿ said...

Hehe. Terima kasih kakak :)